Sabtu, 27 Desember 2014

Tugas Bahasa Indonesia 2

Menakar Tandukan Saham di Tahun Kambing

KOMPAS.com - Di pengujung tahun 2014, pasar saham domestik bergerak menyusut. Meski demikian, laju Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di sepanjang tahun ini lebih atraktif dibandingkan tahun lalu. Euforia tahun politik memancing dana asing bergerak masuk ke pasar saham. Berdasarkan statistik Bursa Efek Indonesia (BEI), hampir seluruh sektor saham mencetak imbal hasil (return) positif.

Per 24 Desember 2014, hanya sektor pertambangan yang masih bergumul di zona merah. Imbal hasil sektor pertambangan masih negatif 4,52 persen sejak awal tahun atau year-to-date (ytd). Padahal sektor komoditas lain seperti perkebunan mulai bangkit dan memberi imbal hasil 5,73 persen (ytd).

Tren bearish harga komoditas seperti batubara menjadi penyebab saham sektor tambang menyusut. Saham sektoral yang memberi imbal hasil tertinggi adalah saham properti, real estat dan konstruksi yang mencatat return menjulang hingga 52,64 persen (ytd). Angka itu jauh melampaui return IHSG sebesar 20,89 persen (ytd).

Saham sektor keuangan juga mencatat return tinggi sebesar 35,21 persen (ytd) diikuti saham infrastruktur dan transportasi dengan return 24,30 persen (ytd). Masuknya aliran dana asing (hot money) turut memompa IHSG. Hingga Rabu (24/12/2014), asing mencatatkan pembelian bersih (net buy) mencapai Rp 40,19 triliun.

Padahal sepanjang tahun 2013, investor asing justru mencetak penjualan bersih (net sell) Rp 20,65 triliun. "Meski tahun politik, minat investor asing cukup besar," ujar Hans Kwee, Vice President Investment Quant Kapital Investama.

Saham konstruksi dan infrastruktur juga memiliki magnet untuk menarik minat investor. Ketika rezim berganti, saham infrastruktur diburu lantaran pemerintah baru berniat menggenjot infrastruktur. Pelaku pasar berharap, pemerintah bisa menjaga indikator makro seperti inflasi, pertumbuhan ekonomi dan rupiah. Pengalihan subsidi bahan bakar minyak (BBM) diprediksi berefek positif bagi pasar modal di paruh kedua tahun depan.

Kepala Riset Phillip Securities Indonesia Gunawan Sutanto memproyeksikan, IHSG terus menanjak pada tahun depan. Sepanjang tahun kambing ala kalender China, IHSG bisa menyentuh 5.900. Angka ini merefleksikan price earning (PE) 17,6x.

Namun, Gunawan mencemaskan potensi koreksi tajam di kuartal pertama dan kedua tahun depan. Pasalnya, harga saham saat ini sudah mahal. IHSG diduga bisa terpangkas 5 persen-9 persen di awal tahun depan. Para pemodal bisa memanfaatkan koreksi itu untuk akumulasi saham berfundamental bagus. Kelak, IHSG kembali naik dan bergerak sesuai fundamental.

Rencana Bank Sentral AS, The Fed, menaikkan suku bunga juga akan berimbas ke IHSG. Hans memprediksi, The Fed mengerek suku bunga ke level 1,38 persen. Tapi hal itu mungkin terjadi di semester II 2015. Di sisi lain, inflasi AS berada di level 2 persen.

Untungnya inflasi Indonesia pada tahun depan diperkirakan lebih terkendali, sehingga Bank Indonesia berpeluang menurunkan BI rate menjadi 7,25 persen, dengan asumsi inflasi 5,5 persen.  Hans memperkirakan, tahun depan IHSG tumbuh 20persen menjadi 6.125, dari perkiraan tahun ini di level 5.100.

Berbeda dengan Hans, Associate Director Head of Research and Institutional Business Trimegah Securities, Sebastian Tobing memperkirakan, The Fed akan mengerek bunga acuan dari 0,25 persen ke 1,125 persen hingga akhir 2015. Karena itu, dia memperkirakan BI rate naik 25 basis poin dari saat ini 7,75 persen menjadi 8 persen pada akhir 2015.

Adanya rencana pemerintah mengerek sektor infrastruktur, Gunawan optimistis, saham sektor konstruksi masih berprospek cerah. Saham pilihannya adalah PT PP Tbk (PTPP). Argumen dia, PTPP memiliki struktur biaya kuat dan margin laba kotor paling tinggi dibandingkan industri. Umumnya, margin laba kotor emiten konstruksi di bawah 10 persen, sementara PTPP mampu mencetak 12 persen.

Gunawan memprediksi, pendapatan PTPP di 2015 mencapai Rp 16,3 triliun dan laba bersih Rp 586 miliar. Dia menyarankan, buy PTPP dengan target harga Rp 3.935 per saham di akhir tahun depan.

Bisnis beton pracetak juga bakal terdongkrak. Satu-satunya emiten yang bergerak di bisnis beton pracetak adalah PT Wijaya Karya Beton Tbk (WTON). Gunawan menyarankan buy dengan target Rp 1.420.

Selain sektor konstruksi, ada sejumlah sektor bisnis yang berpeluang tumbuh bagus pada tahun depan. Praktisi pasar saham Ellen May menilai, sektor yang menarik di 2015 antara lain, perbankan, farmasi serta kelautan dan perikanan. "Pemerintah mulai serius menggarap sektor kelautan," ujar pendiri Ellen May Institute ini.

Sektor perbankan bakal tetap berkibar, lantaran selama ini masih menjadi tumpuan pendanaan. Ellen menjagokan saham seperti PTPP, WSKT, WIKA, BBRI, KLBF dan KAEF.

Sedangkan Sebastian memiliki sembilan pilihan saham unggulan, yakni BBNI, BJTM, TBIG, INTP, MAPI, ADHI, WSKT, SMRA dan SOCI. Menurut dia, saham dari berbagai sektor bisnis itu memiliki prospek imbal hasil tinggi.

Namun dia mengingatkan, dalam memilih saham, sebaiknya investor tak hanya melihat faktor sektoral, melainkan juga valuasi dan prospek pertumbuhan laba bersih emiten yang bersangkutan. Selain itu, Sebastian mencermati saham yang memberikan dividen yield tinggi. "Tak harus mencari price earning ratio (PER) yang murah, tapi juga cari yang EPS growth-nya tinggi," ungkap dia.

Sedangkan saham unggulan versi Hans Kwee adalah JSMR, PGAS, INTP, WIKA, PTPP, LPCK dan LPKR. Hans memfokuskan pilihan saham  tahun depan pada sektor properti dan konstruksi. Meski valuasinya sudah mahal, saham ini akan terus memberikan imbal hasil positif. Jadi silakan berlibur, menikmati untung tahun ini dan selamat berburu pada tahun depan. (Annisa Aninditya Wibawa, Narita Indrastiti)

Tugas Bahasa Indonesia 2

Pemerintah Kembangkan Pesawat Terbang Ringan, Ini Keunggulannya

KEDIRI,KOMPAS.com - Menteri Riset Tekhnologi dan Pendidikan Tinggi (Menristek Dikti) M. Nasir mengatakan, pemerintah tengah mempersiapkan proyek pembuatan pesawat terbang ringan yang akan diproduksi secara komersial.

Menurut dia, pesawat adalah N219 yang saat ini sedang dalam masa riset oleh Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan). Pada akhir 2015 nanti ditargetkan sudah mengantongi serangkaian perijinan, dan tahun 2016 akan mulai diproduksi secara massal.

"Saat ini sudah dalam fase riset dan rancang bangunnya diperkirakan selesai pada 2015 akhir sekaligus saat itu sudah terbang," kata M. Nasir saat mengunjungi pesantren Al-Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri, Jawa Timur, Jum'at (26/12/2014).

Pesawat itu nantinya akan menjadi unggulan karena mempunyai spesifikasi khusus yaitu mampu membawa 19 penumpang dan yang paling diunggulkan adalah membutuhkan panjang landasan pacu sepanjang 500 meter saja. "Umumnya pesawat membutuhkan landasan pacu sekitar 1.800 meter," imbuhnya.

Dengan kemampuan itu, tambah dia, cocok dengan geografis nusantara yang terdiri dari pulau-pulau bahkan cocok untuk transportasi antar daerah untuk menghemat waktu. Untuk bahan baku pesawat, dia menjamin 60 persen akan mempergunakan komponen lokal. Bahan sisanya memang diimpor dari luar negeri karena keterbatasan yang ada di Tanah Air seperti beberapa komponen mesin pesawat.

Tugas Bahasa Indonesia 2

Menristek Dikti: Harga Pesawat N219 di Kisaran Rp 50 M sampai Rp 60 M

KEDIRI, KOMPAS.com - Harga jual pesawat rancangan PT Dirgantara Indonesia bersama Lembaga Penerbangan Antariksa (Lapan), N219, diperkirakan di kisaran Rp 50 miliar hingga Rp 60 miliar.

"Harga segitu adalah harga yang sangat murah untuk kelas pesawat," kata Menteri Risat, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, M Nasir, saat berkunjung ke Pesantren Al-Ishlah Bandar Kidul Kota Kediri, Jawa Timur, Jumat (26/12/2014).

Meski saat ini masih berada dalam fase riset, kata Nasir, pesawat ini sudah terus disuarakan keberadaannya kepada pasar. "Sudah ada 150 potential market yang mendatangi saya untuk membeli pesawat N219 apabila nanti sudah diluncurkan," sebut Nasir.

Sebelumnya diberitakan, Nasir menyatakan saat ini masih terus berlangsung pengembangan pesawat berkapasitas 19 orang yang untuk menerbangkannya hanya butuh landasan pacu sepanjang 500 meter.

Nasir menyebutkan, seluruh tahapan riset atas pesawat tersebut rampung pada akhir 2015. Dia menambahkan, 60 persen komponen untuk pembuatan pesawat ini adalah produk lokal. Dengan menghitung waktu untuk uji kelayakan terbang, diperkirakan N219 bisa diproduksi massal pada 2016.

Tugas Bahasa Indonesia 2

Mengapa Masyarakat Harus Berpaling Dari Premium?

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Reformasi Tata Kelola Minyak dan Gas Bumi (Migas) menilai, saat ini merupakan waktu yang tepat bagi masyarakat Indonesia meninggalkan BBM jenis Premium. Menurut Ketua Tim Tata Kelola Migas Faisal Basri, BBM beroktan 88 itu memiliki pembentukan harga yang tidak jelas.

"Proses pembentukan harga  tidak jelas. Tidak dilengkapi dinamika pasar karena tidak ada pasar (Premium) RON 88 di Asia Tenggara. Tidak ada yang memproduksi, jadi untuk menetapkan harga RON 88 rumusnya aneh," ujar Faisal dalam acara diskusi di Jakarta, Sabtu (27/12/2014).

Lebih lanjut, kata dia, lantaran tidak ada pasar internasional yang memperjualbelikan Premium, maka sistem jual-belinya pun menjadi lahan basah bagi para mafia migas. Bahkan Faisal menyebut tempat impor Premium yang dilakukan Pertamina saat ini layaknya "ruang gelap".

Selain karena penentuan harga Premium tak jelas, alasan kedua mengapa masyarakat harus berpaling dari Premium adalah momentum penurunan harga minyak dunia.

"Karena tidak ada pasar (yang jelas), seolah RON 88 ini berada di ruang gelap, munculah mafia menetukan harga tidak lewat (mekanisme) pasar," kata dia.

Sementara itu, hal berbeda terjadi dalam penentuan harga Pertamax atau BBM Ron 92. Menurut Faisal, penentuan harga Ton 92 lebih jelas karena ramai diperjualbelikan di Pasar international. Oleh karena itu, ruang bagi penentuan harga pun bisa lebih jelas terlihat ketimbang BBM Ron 88.

"Kalau pakai Ron 92 tentu kualitasnya lebih baik. Harganya pun bisa kompetitif (dengan Ron 88 apabila disubsidi)," ucap dia.

Tugas 4

Paragraf Generalisasi, Analogi, dan Kausalitas



Generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
Contoh :
  1.  Pemerintah telah menjadikan Pulau Komodo sebagai habitat pelestarian komodo. Di Ujung Kulon, pemerintah mebuat cagar alam untuk pelestarian badak bercula satu. Selain itu, sejumlah Undang-Undang dibuat untuk melindungi hewan langka dari incaran pemburu. Banyak cara yang telah dilakukan pemerintah untuk melestarikan hewan-hewan langka.
  2. Setelah karangan anak-anak kelas 6 diperiksa, ternyata Iman, Selamet, Enal, dan Deri mendapat nilai 90. Anak-anak yang lain mendapat 75. Hanya Toni yang mendapatkan nilai 60 , dan tidak seorang pun mendapat nilai kurang dari 60. Bisa dikatakan, anak kelas 6 cukup pandai mengarang.
Analogi adalah penalaran induktif dengan membandingkan dua hal yang banyak persamaannya. Berdasarkan persamaan kedua hal tersebut, Anda dapat menarik kesimpulan.
Contoh :
  1. Para atlet memiliki latihan fisik yang keras guna membentuk otot-otot yang kuat dan lentur. Demikian juga dengan tentara, mereka memerlukan fisik yang kuat untuk melindungi masyarakat. Keduanya juga membutuhkan mental yang teguh untuk bertanding ataupun melawan musuh-musuh di lapangan. Oleh karena itu, untuk menjadi atlet dan tentara harus memiliki fisik dan mental yang kuat.
  2. Demikian pula dengan manusia yang tidak berilmu dan tidak berperasaan, ia akan sombong dan garang. Oleh karena itu, kita sebagai manusia apabila diberi kepandaian dan kelebihan, bersikaplah seperti padi yang selalu merunduk.
Paragraf hubungan sebab akibat (hubungan kausal) adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
 
Contoh : Kemarau tahun ini cukup panjang. Sebelumnya, pohon-pohon di hutan sebagi penyerap air banyak yang ditebang. Di samping itu, irigasi di desa ini tidak lancar. Ditambah lagi dengan harga pupuk yang semakin mahal dan kurangnya pengetahuan para petani dalam menggarap lahan pertaniannya. Oleh karena itu, tidak mengherankan panen di desa ini selalu gagal.

Tugas 3

Sebelum langsung ke pembahasan mengenai paragraf deduktif dan contoh paragraf induktif mari kita bahas terlebih dahulu apa itu pengertian dari paragraf deduktif maupun paragraf induktif. Paragraf deduktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di awal paragraf dan di ikuti kalimat - kalimat penjelas. Sedangkan paragraf induktif adalah kebalikan dari paragraf deduktif yaitu paragraf yang diawali dengan beberapa kalimat penjelas yang kemudian pada akhir paragraf adalah kalimat utamanya. Secara sederhana dapat disimpulkan paragraf deduktif adalah paragraf dengan pola umum ke khusus sedangkan paragraf induktif dari pola khusus ke umum

Contoh Paragraf Deduktif

Penyalahgunaan narkoba sangat berbahaya bagi kesehatan. Narkoba memiliki efek ketagihan dan setiap jenis dari narkoba memiliki efek yang berbeda beda diantaranya adalah dapat menyebabkan detak jantung yang lebih cepat dari normal bahkan banyak kasus orang yang menggunakan narkoba sampai mengalami kematian karena overdosis

Contoh Paragraf Induktif

Banyak sekali orang yang terkena penyakit sebagai akibat dari kurangya kesadaran menjaga kebersihan baik itu dari makanan, pakaian yang kita gunakan maupun lingkungan tempat kita tinggal padahal hampir semua dari kita sudah tau bahwa kebersihan itu sangat penting untuk kesehatan



Contoh Paragraf Deduktif-Induktif

Peningkatan taraf pendidikan para petani sama pentingnya dengan usaha peningkatan taraf hidup. Petani berpendidikan cukup dapat mengubah sistem pertanian tradisional, misalnya bercocok tanam hanya memenuhi kebutuhan pangan, menjadi petani yang produktif. Petani yang berpendidikan cukup, mampu memberikan umpan balik yang setimpal terhadap gagasan-gagasan yang dilontarkan perencana pembangunan, baik di tingkat pusat maupun di tingkat daerah. itulah sebabnya peningkatan taraf pendidikan para petani dirasakan sangat mendesak.

Sabtu, 22 November 2014

KERANGKA KARANGAN

Topik : Perdagangan Elektronik (E-Commerce)
Tema :  Jual Beli Melalui Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia
1.       Pengertian Perdagangan Elektronik
 
1.1   Sejarah Perkembangan Perdagangan Elektronik
1.2   Klasifikasi Perdagangan Elektronik
1.2.1          Business to Business (B2B)
1.2.2          Business to Consumer (B2C)
1.2.3          Consumer to Consumer (C2C)
1.2.4          Consumer to Business (C2B)
1.2.5          Non Business E-Commerce
1.2.6        Intrabusiness (Organizational) E-Commerce
 
2.      Contoh Situs Perdagangan Elektronik (E-Commerce) di Indonesia
2.1  Toko Bagus
2.2  Lazada
2.3  Berniaga
2.4  Bhinneka
2.5  Tokopedia
 
3.      Berbelanja Online Melalui Situs E-Commerce
 
3.1  Produk-produk yang dijual di Situs E-Commerce
3.2  Sistem Pembayaran dan Pengiriman Produk
3.3  Kelebihan dan Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.1        Kelebihan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.2        Kekurangan Berbelanja Melalui E-Commerce
3.3.2.1  Beberapa Risiko Jika Berbelanja Melalui E-Commerce
 
4.      Mengatasi Penipuan yang Marak Terjadi di Situs E-Commerce
 
4.1  Memilih Cara Pembayaran/Transaksi yang Aman
4.2  Tips-tips Menghindari Penipuan Ketika Berbelanja Melalui E-Commerce