Sabtu, 27 Desember 2014

Tugas Bahasa Indonesia 2

Asosiasi Mebel Minta Pemerintah Benahi Perizinan di Daerah


JAKARTA, KOMPAS.com - Asosiasi Mebel Indonesia (Asmindo) meminta hambatan investasi di daerah diselesaikan. Apabila pemerintah mampu mengatasi hambatan tersebut, Asmindo yakin nilai ekspor industri mebel dan penyerapan tenaga kerja akan meningkat tahun 2015.

"Apabila hambatan investasi dapat dhilangkan, kami yakin dapat meningkatkan ekspor dan penyerapan tenaga kerja hingga dua kali lipat," ujar Wakil Ketua Asmindo Rudi T. Luwiya dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Jakarta, Kamis (25/12/2014).

Lebih lanjut kata dia, masalah investasi di daerah masih terkait rumitnya perizinan dan penyerapan tenaga kerja. Berdasarkan data Asmindo, nilai ekspor mebel Indonesia saat ini baru mencapai 1,8 miliar dollar AS.

Padahal menurut Rudy, potensi pasar mebel dunia sebesar 400 miliar dollar AS. Artinya, sumbangsih ekspor mebel Indonesia bagi dunia saat ini masih dibawah 1 persen.

Angka tersebut masih di bawah Vietnam di mana ekspor mebelnya sudah mencapai 5,2 miliar dollar AS. Sementara itu, dalam hal penyerapan tenaga kerja di dunia,

Rudy mengatakan, tenaga kerja yang terserap dalam industri mebel sebanyak 3,6 juta orang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar