Pemerintah
melalui Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membuat satu road map
perihal konsolidasi perbankan demi
memperkuat daya saing.
Namun
rencana tersebut dinilai terlambat mengingat beberapa negara tetangga sudah
lebih awal merealisasikan konsolidasi di sektor perbankan ketimbang Indonesia.
Sebenarnya
Indonesia pernah melakukan konsolidasi perbankan yaitu pada akhir tahun 1990-an
dimana saat itu terbentuklah Bank Mandiri. Namun konsolidasi tersebut dilakukan
pasca terjadinya krisis global tahun 1998-1999 yang dimana kondisi keuangan
perbankan saat itu kurang begitu sehat.
"Ini
yang paling awal kita memang harus dorong perbankan BUMN konsolidasi,
karena mereka pemiliknya sama, pemerintah, kalau swasta akan susah, karena
pemiliknya beda-beda," paparnya.
Konsolidasi
ini dinilai Sigit menjadi sangat penting dalam mengimbangi pasar bebas ASEAN
yang akan terjadi mulai 2015 dan pasar bebas untuk industri perbankan sendiri
yang akan mulai terjadi di tahun 2020.
"Kita terus dituntut untuk
meningkatkan daya saing," pungkas dia.
Seperti
diketahui, Kementerian BUMN beberapa waktu lalu akan merealisasikan konsolidasi
antara perbankan yakni Bank BTN dengan Bank Mandiri.
Namun
hal itu terpaksa tertunda mengingat instruksi Presiden yang jelang Pemilihan
Umum dilarang mengambil keputusan-keputusan strategis.
ANALISI
SAYA ADALAH : Sangat
terlambat, kita tertinggal dua langkah dari Malaysia. Sejak krisis itu mereka
sudah dua kali konsolidasi perbankan, Konsolidasi perbankan yang
paling efektif itu dilakukan saat kondisi keuangan perbankan sehat dan masih
memiliki daya saing.
sumber : http://bisnis.liputan6.com/read/2118909/rencana-konsolidasi-perbankan-dinilai-terlambat
Tidak ada komentar:
Posting Komentar